Senin, 04 April 2011

KETERAMPILAN BERBICARA


A. Pembicara Yang Baik

Berikut ciri-ciri pembicara yang baik yang dapat diterapkan dalam berbicara antara lain:

1. Dapat memilih topik

Pembicara yang baik akan memilih topik atau materi pembicaraan yang menarik, aktual bagi dirinya maupun bagi pendengarnya. Ia dapat mempertimbangkan minat, hasrat dan kebutuhan pendengarnya. Bila pembicaran menarik bagi pembicara ia akan dapat berbicara dengan lancar dan dalam mempersiapkannya pembicaanpun akan berusaha semaksimal mungkin. Pembicaraan yang menarik bagi pendengar akan menarik simpati, perhatian dipihak pendengar .

2. Menguasai materi

Pembicara yang baik berusaha menguasai dan mendalami materi yang akan disampaikan. Ia berusaha mempelajari, menelaah berbagi sumber acuan, baik berupa buku, majalah, artikel, dan sumber yang lain yang dapat dimanfaatkan sebagai pemerkaya dan bukti materi pembicaraan. Berbagai sumber pembicaraan ditelaah dari beragam sudut pandang sehingga jelas kaitannya dengan ilmu yang relevan.

3. Memahami latar belakang pendengar sebelum pembicaran berlangsung.

Pembicara yang baik berusaha mengumpulkan berbagai informasi tentang pendengarnya, misalnya: jumlah, jenis kelamin, pekerjaan, tingkat kecerdasan, minat. Bahkan perasaan pendengar tentang topik yang akan dibawakannya sudah diramalkan apakah para pendengar akan simpati, apatis atau antipatik.

4. Mengetahui situasi

Situasi yang menaungi pembicaraan perlu diperhatikan oleh pembicara yang baik. Pembicara yang baik akan berusaha untuk mengidentifikasi ruangan, waktu, sarana prasarana, dan suasana. Ruangan meliputi: luas, tempat duduk, podium, sirkulasi udara, dan penerangan. Waktu pagi, siang, sore, malam sebelum dan sesudah istirahat makan. Sarana prasarana meliputi pengeras suara, akustik, OHP, dan sebagainya. Suasana tenang, gaduh, dan bising.

5. Tujuan jelas

Tujuan yang dirumuskan secara jelas, tegas, gamblang akan membantu efektifitas pembicaraan. Pembicara yang baik mengetahui dengan persis hendak kemana pendengar dibawa. Apakah pendengar hendak dihibur, diberi informasi, diyakinkan atau distimulasi. Dengan demikian pembicara mengetahui dengan pasti respon yang akan diberikan oleh para pendengar.

6. Kontak dengan pendengar

Pembicara yang baik akan selalu mempertahankan pendengarnya. Ia berusaha memahami reaksi, emosi pendengar. Ia mengusahakan adanya kontak batin dengan pendengar lewat pandangan mata, perhatian, anggukan atau senyuman.

7. Berkemampuan linguistik dan nonlinguistik tinggi

Pemilihan kata atau ungkapan, kalimat yang tepat untuk menguraikan pendapat akan sangat membantu pembicara dalam menguraikannya, disamping itu ucapan, pelafalan, dan intonasi tidak dapat diabaikan. Pembicara perlu pula memanfaatkan kemampuan dan keterampilan nonlingusitik untuk mengaktifkan pembicaraan, misalnya gerak-gerik, mimik, pantomimik.

8. Menguasai pendengar

Pandai menarik perhatian pendengar merupakan hal yang sangat positif bagi pembicara dengan gaya yang menarik dan simpatik ia dapat mengarahkan dan memusatkan perhatian para pendengarnya untuk mengikuti pembicaraan. Kemampuan membuka dan mengakhiri pembicaraan merupakan bagian diantaranya.bila perhatian pendengar sudah mulai menurun, pembicara berusaha untuk menbangkitkan kembali denga keterampilannya. Bila perhatian pendengar sudah tertarik kepada pembicaraan berarti pembicara dapat menguasai, mengontrol, dan mempengaruhi pendengar.

9. Memanfaatkan alat bantu

Pemanfaatan alat bantu seperti: diagram, skema, statistik, gambar akan sangat membantu kejelasan pembicaraan, akan lebih mengefektifkan pembicaraan bila pembicara pandai memberikan ilustrasi yang mengena sesuai dengan lingkungan pendengarnya.

10. Penampilan meyakinkan

Pembicara yang baik akan selalu tampil meyakinkan pendengarnya. Tingkah laku, gaya bicara, bahasa, cara berpakaian, dan berkepribadian sederhana tetapi tetap berwibawa akan menimbulkan simpati pendengar. Hal-hal tersebut menambah keberhasilan pembicara dalam menyampaikan pembicaraan kepada halayak.

11. Berencana

Segala sesuatu yang direncanakan hasilnya akan lebih baik daripada yang tidak direncanakan samasekali. Oleh karena itu, pembicara yang baik telah merencanakan pembicaran sejak dini : memilih topik, memahami atau mengkaji topik, menganalisis pendengar dan situasi, menyusun kerangka, menguji coba, dan upaya-upaya untuk meyakinkan pendengar. Pembicara telah membayangkan skenario pembicaraan.

Tips menjadi pembicara yang baik, seperti dilansir situs Askmen, baru-baru ini:

· Kuasai poin utama Anda. Bila kebanyakan pidato Anda memiliki tujuan bisnis, maka Anda harus selalu mengatur isi materi pidato ke poin utama. Sehingga presentasi Anda lebih mudah dipahami. Perlu diingat bahwa pendengar tidak akrab dengan isi pembicaraan Anda, maka Anda perlu membantu mereka agar kerangka berpikir Anda terbentuk di pikiran pendengar.

· Melakukan kontak mata. Kontak mata merupakan salah satu cara utama menjaga pendengar Anda agar merasa terlibat. Ketika Anda berbicara, fokuskan kontak mata Anda kepada pendengar. Juga selaraskan dengan apa yang Anda sampaikan. Sehingga Anda terlihat alami.

· Berbicara alami. Mengapa beberapa pembicara mampu menahan perhatian kita, sedangkan yang lain membuat Anda ingin segera pulang? Ketika Anda berbicara, Anda perlu berbicara secara dinamis, dengan tingkat volume suara bervariasi, menaikkan dan menurunkan pitch Anda, dan menggugah perasaan ke apa yang Anda katakan.

· Memahami ruangan. Berbicara di depan umum bisa membuat stres. Karena itu, sebaiknya Anda memahami betul lokasi dan posisi Anda berbicara. Setidaknya Anda perlu mendatangi ruangan pidato dan sempatkan waktu untuk "belajar" di sana. Minimal Anda mengetahui seluk beluk ruangan dan belajar kepada orang yang tepat. Jangan lupa juga menanyakan persiapan di atas panggung, seperti mikrofon, layar proyeksi, CD player, dan tentu saja, bahan presentasi Anda.

· Tidak mengakui kesalahan. Tidak peduli berapa banyak Anda telah berlatih pidato, kesalahan kecil atau besar kerap terjadi. Karena Anda berada dalam situasi menegangkan. Tetapi, Anda harus tatap tampil tenang dan terkendali. Anda hanya perlu tampil sebagai diri-sendiri jika pendengar ingin menghormati Anda. Janganlah mengakui berbuat kesalahan ketika di atas panggung. Itu hanyalah masalah kecil. Pada dasarnya, pendengar hanya peduli dengan poin presentasi Anda. Jadi kesalahan tidak akan terlihat jelas.

Delapan ciri pembicara terbaik menurut Larry King yaitu:

1. Mereka memandang suatu hal dari sudut pandang yang baru, mengambil titik pandang yang tak terduga dari hal-hal umum yang biasa kita temui.

2. Mereka memiliki cakrawala yang luas. Mereka memikirkan dan membicarakan isu-isu dan beragam pengalaman di luar kehidupan mereka sehari-hari.

3. Mereka antusias, menunjukan minat besar pada apa yang mereka perbuat, maupun pada hal-hal yang diungkapkan orang lain.

4. Mereka hampir atau tidak pernah membicarakan diri mereka sendiri.

5. Mereka sangat ingin tahu. Mereka bertanya, “mengapa?”. Mereka ingin tahu lebih banyak mengenai apa yang anda katakan.

6. Mereka menunjukan empati. Mereka berusaha menempatkan diri mereka pada posisi anda untuk memahami apa yang Anda katakan.

7. Mereka memiliki selera humor dan tidak keberatan mengolok-olok diri sendiri. Sungguh, konverasionalis yang baik.

8. Mereka punya gaya bicara sendiri.

B. Jenis-Jenis Berbicara

Gorys Keraf membedakan jenis berbicara ke dalam tiga macam yaitu persuasif, instruktif, dan rekreatif. Termasuk ke dalam jenis persuasif adalah: mendorong, meyakinkan, dan bertindak. Berbicara instrukstif bertujuan untuk memberitahukan sedangkan berbicara rekreatif bertujuan untuk menyenangkan atau menghibur.

Jenis-jenis berbicara tersebut menghendaki reaksi dari para pendengar yang beraneka. Berbicara persuasif menghendaki reaksi dari para pendengar untuk mendapatkan inspirasi atau membangkitkan emosi; untuk mendapatkan persesuaian pendapat, intelektual, dan keyakinan; untuk mendapatkan tindakan atau perbuatan tertentu dari pendengar (bertindak). Berbicara instruktif menghendaki reaksi dari pendengar berupa pengertian yang tepat. Sedangkan berbicara rekreatif menghendaki reaksi dari pendengar berupa minat dan kegembiraan.

Djago Tarigan (1990: 176) membedakan macam berbicara berdasarkan pada situasi, tujuan, metode penyampaian, jumlah penyimak, dan peristiwa khusus.

a. Situasi

Aktivitas berbicara terjadi dalam suasana, situasi, dan lingkungan tertentu. Situasi dan lingkungan itu dapat bersifat formal atau resmi, mungkin pula bersifat informal atau tak resmi. Dalam situasi formal pembicara dituntut berbicara secara formal, sebaliknya dalam situasi tak formal, pembicara harus berbicara secara tak formal pula. Kegiatan berbicara yang bersifat informal banyak dilakukan dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Jenis-jenis kegiatan berbicara informal meliputi:

1) Tukar pengalaman.

2) Percakapan.

3) Menyampaikan berita

4) Menyampaikan pengumuman.

5) Bertelepon.

6) Memberi petunjuk.

Sedangkan kegiatan berbicara yang bersifat formal meliputi :

1) Ceramah.

2) Perencanaan dan penilaian.

3) Interview.

4) Prosedur parlementer.

5) Bercerita.

b. Tujuan,

Akhir pembicaraan, pembicara menginginkan respons dari pendengar. Pada umumnya tujuan orang berbicara adalah untuk menghibur, menginformasi-kan, menstimulasikan, meyakinkan, atau menggerakkan pendengarnya.

c. Metode penyampaian,

Ada empat cara yang bisa digunakan orang dalam menyampaikan pembicaraannya, antara lain:

1) Penyampaian secara mendadak,

2) Penyampaian berdasarkan catatan kecil,

3) Penyampaian berdasarkan hafalan, dan

4) Penyampaian berdasarkan naskah.

d. Jumlah penyimak

Komunikasi lisan melibatkan dua pihak, pendengar dan pembicara. Jumlah peserta yang berfungsi sebagai penyimak dalam komunikasi lisan dapat bervariasi misalnya satu orang, beberapa orang (kelompok kecil), dan banyak orang (kelompok besar).

e. Peristiwa khusus.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering menghadapi berbagai kegiatan. Sebagian dari kegiatan itu dikategorikan sebagai peristiwa khusus, istimewa, atau spesifik. Contoh kegiatan khusus itu adalah ulang tahun, perpisahan, perkenalan, pemberian hadiah. Berdasarkan peristiwa khusus itu berbicara atau berpidato dapat digolongkan atas enam jenis, yaitu:

1) Pidato presentasi.

2) Pidato penyambutan.

3) Pidato perpisahan.

4) Pidato jamuan (makan malam).

5) Pidato perkenalan.

6) Pidato nominasi (mengunggulkan).

DNA dan ARN


A. DNA (deoxyribonucleic acid)

DNA pertama kali berhasil dimurnikan pada tahun 1868 oleh ilmuwan Swiss Friedrich Miescher di Tubingen, Jerman, yang menamainya nuclein berdasarkan lokasinya di dalam inti sel. Namun demikian, penelitian terhadap peranan DNA di dalam sel baru dimulai pada awal abad 20, bersamaan dengan ditemukannya postulat genetika Mendel. DNA dan protein dianggap dua molekul yang paling memungkinkan sebagai pembawa sifat genetis berdasarkan teori tersebut.

Dua eksperimen pada dekade 40-an membuktikan fungsi DNA sebagai materi genetik. Dalam penelitian oleh Avery dan rekan-rekannya, ekstrak dari sel bakteri yang satu gagal men-transform sel bakteri lainnya kecuali jika DNA dalam ekstrak dibiarkan utuh.Eksperimen yang dilakukan Hershey dan Chase membuktikan hal yang sama dengan menggunakan pencari jejak radioaktif (bahasa Inggris: radioactive tracers).

Misteri yang belum terpecahkan ketika itu adalah: bagaimanakah struktur DNA sehingga ia mampu bertugas sebagai materi genetik? Persoalan ini dijawab oleh Francis Crick dan koleganya James Watson berdasarkan hasil difraksisinar X pada DNA oleh Maurice Wilkins dan Rosalind Franklin.Pada tahun 1953, James Watson dan Francis Crick mendefinisikan DNA sebagai polimer yang terdiri dari 4 basa dari asam nukleat, dua dari kelompok purina:adenina dan guanina; dan dua lainnya dari kelompok pirimidina:sitosina dan timina. Keempat nukleobasa tersebut terhubung dengan glukosa fosfat.

diketahui bahwa DNA terdiri bukan dari 1 rantai, melainkan 2 rantai heliks. Crick, Watson, dan Wilkins mendapatkan hadiah Nobel Kedokteran pada 1962 atas penemuan ini. Franklin, karena sudah wafat pada waktu itu, tidak dapat dianugerahi hadiah ini.Konfirmasi akhir mekanisme replikasi DNA dilakukan lewat percobaan Meselson-Stahl yang dilakukan tahun 1958.

Asam deoksiribonukleat, lebih dikenal dengan DNA (bahasa Inggris: deoxyribonucleic acid), adalah sejenis asam nukleat yang tergolong biomolekul utama penyusun berat kering setiap organisme. Di dalam sel, DNA umumnya terletak di dalam inti sel.Secara garis besar, peran DNA di dalam sebuah sel adalah sebagai materi genetik; artinya, DNA menyimpan cetak biru bagi segala aktivitas sel. Ini berlaku umum bagi setiap organisme.Di antara perkecualian yang menonjol adalah beberapa jenis virus (dan virus tidak termasuk organisme) seperti HIV (Human Immunodeficiency Virus).

Karakteristik kimia

Struktur untai komplementer DNA menunjukkan pasangan basa (adenina dengan timina dan guanina dengan sitosina) yang membentuk DNA beruntai ganda.

DNA merupakan polimer yang terdiri dari tiga komponen utama,

Sebuah unit monomer DNA yang terdiri dari ketiga komponen tersebut dinamakan nukleotida, sehingga DNA tergolong sebagai polinukleotida.Rantai DNA memiliki lebar 22-24 Å, sementara panjang satu unit nukleotida 3,3 Å. Walaupun unit monomer ini sangatlah kecil, DNA dapat memiliki jutaan nukleotida yang terangkai seperti rantai. Misalnya, kromosom terbesar pada manusia terdiri atas 220 juta nukleotida.

Rangka utama untai DNA terdiri dari gugus fosfat dan gula yang berselang-seling. Gula pada DNA adalah gula pentosa (berkarbon lima), yaitu 2-deoksiribosa. Dua gugus gula terhubung dengan fosfat melalui ikatan fosfodiester antara atom karbon ketiga pada cincin satu gula dan atom karbon kelima pada gula lainnya.Salah satu perbedaan utama DNA dan RNA adalah gula penyusunnya; gula RNA adalah ribosa.

DNA terdiri atas dua untai yang berpilin membentuk struktur heliks ganda.Pada struktur heliks ganda, orientasi rantai nukleotida pada satu untai berlawanan dengan orientasi nukleotida untai lainnya.Hal ini disebut sebagai antiparalel.Masing-masing untai terdiri dari rangka utama, sebagai struktur utama, dan basa nitrogen, yang berinteraksi dengan untai DNA satunya pada heliks.Kedua untai pada heliks ganda DNA disatukan oleh ikatan hidrogen antara basa-basa yang terdapat pada kedua untai tersebut.Empat basa yang ditemukan pada DNA adalah adenina (dilambangkan A), sitosina (C, dari cytosine), guanina (G), dan timina (T).Adenina berikatan hidrogen dengan timina, sedangkan guanina berikatan dengan sitosina.Segmen polipeptida dari DNA disebut gen, biasanya merupakan molekulRNA.

Fungsi biologis DNA

Replikasi

Pada replikasi DNA, rantai DNA baru dibentuk berdasarkan urutan nukleotida pada DNA yang digandakan.

Replikasi merupakan proses pelipatgandaan DNA. Proses replikasi ini diperlukan ketika sel akanmembelah diri. Pada setiap sel, kecuali sel gamet, pembelahan diri harus disertai dengan replikasi DNA supaya semua sel turunan memiliki informasi genetik yang sama. Pada dasarnya, proses replikasi memanfaatkan fakta bahwa DNA terdiri dari dua rantai dan rantai yang satu merupakan "konjugat" dari rantai pasangannya. Dengan kata lain, dengan mengetahui susunan satu rantai, maka susunan rantai pasangan dapat dengan mudah dibentuk. Ada beberapa teori yang mencoba menjelaskan bagaimana proses replikasi DNA ini terjadi. Salah satu teori yang paling populer menyatakan bahwa pada masing-masing DNA baru yang diperoleh pada akhir proses replikasi; satu rantai tunggal merupakan rantai DNA dari rantai DNA sebelumnya, sedangkan rantai pasangannya merupakan rantai yang baru disintesis.Rantai tunggal yang diperoleh dari DNA sebelumnya tersebut bertindak sebagai "cetakan" untuk membuat rantai pasangannya.

Proses replikasi memerlukan protein atau enzim pembantu; salah satu yang terpenting dikenal dengan namaDNA polimerase, yang merupakan enzim pembantu pembentukan rantai DNA baru yang merupakan suatu polimer. Proses replikasi diawali dengan pembukaan untaian ganda DNA pada titik-titik tertentu di sepanjang rantai DNA. Proses pembukaan rantai DNA ini dibantu oleh enzim helikase yang dapat mengenali titik-titik tersebut, dan enzim girase yang mampu membuka pilinan rantai DNA. Setelah cukup ruang terbentuk akibat pembukaan untaian ganda ini, DNA polimerase masuk dan mengikat diri pada kedua rantai DNA yang sudah terbuka secara lokal tersebut. Proses pembukaan rantai ganda tersebut berlangsung disertai dengan pergeseran DNA polimerase mengikuti arah membukanya rantai ganda. Monomer DNA ditambahkan di kedua sisi rantai yang membuka setiap kali DNA polimerase bergeser.Hal ini berlanjut sampai seluruh rantai telah benar-benar terpisah.

Penggunaan DNA dalam teknologi

DNA dalam forensik

Ilmuwan forensik dapat menggunakan DNA yang terletak dalam darah, sperma, kulit, liur atau rambut yang tersisa di tempat kejadian kejahatan untuk mengidentifikasi kemungkinan tersangka, sebuah proses yang disebut fingerprinting genetika atau pemrofilan DNA (DNA profiling). Dalam pemrofilan DNA panjang relatif dari bagian DNA yang berulang seperti short tandem repeats dan minisatelit, dibandingkan. Pemrofilan DNA dikembangkan pada 1984 oleh genetikawan Inggris Alec Jeffreys dari Universitas Leicester, dan pertama kali digunakan untuk mendakwa Colin Pitchfork pada 1988 dalam kasus pembunuhan Enderby di Leicestershire, Inggris. Metode ini adalah salah satu teknik paling tepercaya untuk mengidentifikasi seorang pelaku kejahatan, tetapi tidak selalu sempurna, misalnya bila tidak ada DNA yang dapat diperoleh, atau bila tempat kejadian terkontaminasi oleh DNA dari banyak orang.

DNA dalam komputasi

DNA memainkan peran penting dalam ilmu komputer, baik sebagai masalah riset dan sebagai sebuah cara komputasi.Riset dalam algoritma pencarian string, yang menemukan kejadian dari urutan huruf di dalam urutan huruf yang lebih besar, dimotivasi sebagian oleh riset DNA.Teori database juga telah dipengaruhi oleh riset DNA, yang memiliki masalah khusus untuk menaruh dan memanipulasi urutan DNA.

B. RNA( Asam Ribonukleat)

Asam ribonukleat (RNA) adalah salah satu dari tiga besar makromolekul (bersama dengan DNA dan protein ) yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui. Seperti DNA, RNA terdiri dari rantai panjang komponen yang disebut nukleotida. Setiap nukleotida terdiri dari nucleobase (kadang-kadang disebut basa nitrogen), suatu ribosa gula, dan fosfat kelompok. Urutan nukleotida RNA memungkinkan untuk mengkodekan informasi genetik.Sebagai contoh, beberapa virus menggunakan RNA, bukan DNA sebagai material genetik mereka, dan semua organisme menggunakan messenger RNA (mRNA) untuk membawa informasi genetik yang mengarahkan sintesis protein.

Struktur kimia RNA sangat mirip dengan DNA , dengan dua perbedaan - (a) RNA mengandung gula ribosa, sedangkan DNA mengandung gula sedikit berbeda deoksiribosa (sejenis ribosa yang tidak memiliki satu atom oksigen), dan (b) RNA memiliki nucleobase urasil , sedangkan DNA mengandung timin (urasil dan timin memiliki sifat basa-pasangan yang serupa).

Single-stranded RNA molekul mengadopsi struktur tiga-dimensi yang sangat kompleks, karena mereka tidak terbatas pada bentuk heliks ganda berulang-ulang DNA beruntai ganda. RNA dibuat dalam sel-sel hidup oleh RNA polimerase , enzim yang bertindak untuk menyalin atau template RNA untai DNA menjadi RNA baru melalui proses yang dikenal sebagai transkripsi atau replikasi RNA , masing-masing.

Perbandingan dengan DNA

Tiga dimensi representasi dari 50S subunit ribosom.RNA dalam oker, protein dengan warna biru.Situs aktif di tengah (merah). RNA dan DNA keduanya asam nukleat , tetapi berbeda dalam tiga cara utama. Pertama, tidak seperti DNA, yang pada umumnya, double-stranded, RNA merupakan molekul tunggal-terdampar di banyak peran biologis dan memiliki rantai lebih pendek dari nukleotida. Kedua, sedangkan DNA mengandung deoksiribosa , RNA mengandung ribosa (dalam deoksiribosa tidak ada gugus hidroksil yang melekat pada cincin pentosa dalam 2 ' posisi). Kelompok-kelompok hidroksil membuat RNA kurang stabil dari DNA karena lebih rentan terhadap hidrolisis. Ketiga, basis pelengkap untuk adenin tidak timin , karena dalam DNA, melainkan urasil , yang merupakan unmethylated bentuk timin. [1]

Seperti DNA, RNA biologis yang paling aktif, termasuk mRNA , tRNA , rRNA , snRNAs , dan lain -coding RNA non , mengandung-komplementer urutan diri yang memungkinkan bagian dari RNA untuk melipat dan pasangan dengan dirinya sendiri untuk membentuk heliks ganda. Analisis struktur RNA ini telah mengungkapkan bahwa mereka sangat terstruktur.Tidak seperti DNA, struktur mereka tidak terdiri dari heliks ganda yang panjang tetapi lebih pendek koleksi heliks dikemas bersama-sama ke dalam struktur serupa dengan protein. Dengan cara ini, RNA dapat mencapai kimia katalisis , seperti enzim. Sebagai contoh, penentuan struktur sebuah ribosom-enzim yang mengkatalisis pembentukan ikatan peptida-mengungkapkan bahwa situs aktif seluruhnya terdiri dari RNA.

Struktur

Watson-Crick base pasangan dalam siRNA (atom hidrogen tidak ditampilkan)

Setiap nukleotida pada RNA mengandung ribosa gula, dengan karbon nomor 1 'sampai 5'. Basa terpasang 1 'posisi, pada umumnya, adenin (A), sitosin (C), guanin (G), atau urasil (U). Sebuah fosfat kelompok melekat ke 5 '3' posisi satu ribosa dan posisi berikutnya.Kelompok-kelompok fosfat memiliki muatan negatif masing-masing pada pH fisiologis, membuat RNA molekul dibebankan (polyanion).Dasar dapat membentuk ikatan hidrogen antara sitosin dan guanin, antara adenin dan urasil dan antara guanin dan urasil. Namun, interaksi lainnya yang mungkin, seperti kelompok basis adenin mengikat satu sama lain dalam suatu tonjolan, atau yang GNRA tetraloop yang memiliki-adenin basa guanin-pasangan.

Struktur kimia RNA

Sebuah fitur struktural penting dari RNA yang membedakannya dari DNA adalah adanya hidroksi kelompok di 2 posisi dari gula ribosa. Kehadiran kelompok fungsional ini menyebabkan helix untuk mengadopsi -bentuk geometri A daripada bentuk-B yang paling umum diamati pada DNA. Hal ini menghasilkan dan sempit dalam alur utama sangat dan lebar alur kecil dan dangkal. Konsekuensi kedua dari kehadiran kelompok 2'-hidroksil adalah bahwa di daerah conformationally fleksibel sebuah molekul RNA (yaitu, tidak terlibat dalam pembentukan double helix), itu kimiawi dapat menyerang ikatan fosfodiester berdekatan dengan membelah backbone.

RNA ditranskripsi dengan hanya empat basa (adenin, sitosin, guanin dan urasil), namun ini dasar dan gula melekat dapat dimodifikasi dengan berbagai cara sebagai RNA matang. Pseudouridine (Ψ), di mana hubungan antara urasil dan ribosa berubah dari ikatan C-N ke-C ikatan C, dan ribothymidine (T) ditemukan di berbagai tempat (yang penting yang paling berada di loop TΨC dari tRNA ). lain yang penting adalah dasar diubah hipoksantin, sebuah deaminated dasar adenin yang nukleosida disebut inosin (I) . Inosin memainkan peran penting dalam hipotesis goyangan dari kode genetik .